Eschatologia Doloris : Suatu Rekonstruksi Eskatologi Kristen Berdasarkan Teologi Jurgen Moltmann, Mite Koreri, dan Filsafat Richard Kearney

Disertasi ini dilandasi argumen bahwa eschatologia doloris adalah model alternatif bagi eskatologi Kristen kontekstual di Indonesia. Model kontekstual ini, pada satu sisi, merupakan kritik bagi eskatologi Kristen tradisional yang belum sepenuhnya terbebas dari eskatologi apokaliptis-profetis dan eskatologi milenial. Di lain sisi, ia merupakan salah satu referensi bagi gereja-gereja di Indonesia dalam mengkritisi, meredefinisi, dan memaknai kembali doktrin eskatologinya.
Disertasi ini berusaha mengkonstruksi sebuah model alternatif yang

bertolak dari salib, penderitaan, dan transformasi ruang-waktu. Tiga persoalan yang mendapat penekanan adalah sebagai berikut. Pertama, relevansi penderitaan sebagai locus bagi pengharapan eskatologis. Kedua, tersedianya ruang perjumpaan dialogis-kritis antara eskatologi Kristen dengan konsep- konsep eskatologi di luar kekristenan. Ketiga, strategi keterlibatan gereja-gereja dalam transformasi historis Indonesia.
Berdasarkan pembacaan saya atas “salib, penderitaan, dan transformasi

ruang-waktu” menurut Jürgen Moltmann, mite Koreri dalam mesianisme orang Biak-Numfor, ”ana-eskaton” menurut Richard Kearney, dan berbagai pandangan lainnya yang terkait dengan ketiga tema ini, saya mengkonstruksi sebuah model eskatologi yang prinsipnya bukanlah merupakan sebuah pembenaran atas penderitaan demi keselamatan eskatologis tetapi pemulihan doktrin beserta semua pernyataan Kristen tentang penderitaan dalam sebuah perspektif eskatologis. Model konstruktif-kontekstual ini diharapkan dapat menyumbangkan sebuah paradigma baru bagi transformasi historis yang harus diwujudkan oleh gereja-gereja di Indonesia.
Demi mencapai tujuan dimaksud, saya menggunakan strategi penulisan yang melewati empat tahap: deskripsi atas konsep “eskatologi” beserta implikasinya bagi kekristenan (Bab Satu); evaluasi kritis yang difokuskan pada gagasan mengenai penderitaan sebagai locus bagi pengharapan eskatologi (Bab Dua); pembacaan analitis atas konsep “ruang-waktu” dari perspektif teologis,
kosmologis, dan filosofis (Bab Tiga); berdasarkan deskripsi, evaluasi, dan analisis
inilah saya mengembangkan sebuah eskatologi Kristen konstruktif-kontekstual di Indonesia (Bab Empat).

Creator(s)
  • (2101020236) Nelman E. Weny
Contributor(s)
 
PublisherSTT Jakarta
LanguageIndonesian
SeriesKatalog Universitas
 
Categorys3
Sub CategoryDisertasi
Source150344;WENY, Nelman Asrianus;2101020236
CopyrightsThe resource(s) is/are owned by the Creator/Contributor.Reproduction & distribution for non-commercial purposes is permitted provided that the credit for the Creator/Contributor and the source are explicitly stated,and no alteration are made
 
Subjects
  • MOLTMANN JURGEN - TEOLOGI
  • PAPUA - BIAK - KEPERCAYAAN

Files

  1. jkpthj-is-s3-2015-2101020236-160-eskatologi_doloris-cover.jpg

  2. jkpthj-is-s3-2015-2101020236-160-eskatologi_doloris-cover.pdf
  3. jkpthj-is-s3-2015-2101020236-160-eskatologi_doloris-abstract_toc.pdf
  4. jkpthj-is-s3-2015-2101020236-160-eskatologi_doloris-references.pdf
Books, books, books!
I had found the secret of a garret room
Piled high with cases in my father's name;
Piled high' packed large,--where, creeping in and out
Among the giant fossils of my past,
Like some small nimble mouse between the ribs
Of a mastodon, I nibbled here and there
At this or that box, pulling through the gap,
In heats of terror, haste, victorious joy,
The first book first. And how I felt it beat
Under my pillow, in the morning''s dark,
An hour before the sun would let me read!
My books!
At last, because the time was ripe,
I chanced upon the poets.
E. B. BROWNING - Aurora Leigh.